PSIKOLOGI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PASUNG JIWA KARYA OKKY MADASARI: KAJIAN PSIKOLOGI HUMANISTIK

  • Trie Utari Dewi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Nadya Rahmi Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.HAMKA
  • Nadia Imaniah Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.HAMKA
Keywords: Novel, Pasung Jiwa, Psikologi Humanistik

Abstract


Trie Utari Dewi1, Nadya Rahmi1, dan Nadia Imaniah1
Email: trie.utari.dewi@uhamka.ac.id
1Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan permasalahan kejiwaan tokoh utama dalam novel
Pasung Jiwa karya Okky Madasary dengan menggunakan pendekatan psikologi humanistik Abraham
Maslow. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan teknik studi pustaka.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) menentukan tokoh
yang akan dikaji; 2) mencari dan mengidentifikasikan pemikiran-pemikiran dan perilaku tokoh untuk
mengetahi permasalahan yang dialami oleh tokoh yang dikaji; dan 3) mendeskripsikan serta
mengklasifikasikannya melalui pendekatan humanistik Maslow. Hasil dari penelitian ini yaitu Sasana
sebagai tokoh utama mengalami masalah kejiwaan akibat dari kebutuhan-kebutuhan akan dirinya
yang tidak terpenuhi. Hal ini terlihat dari kebutuhan fisiologisnya akan seks tidak dapat terpenuhi
karena dirinya sebagai laki-laki justru tidak memiliki perasaan terhadap wanita. Ia justru lebih
menyukai sesama jenisnya. Selain itu juga karena faktor kebutuhan akan rasa aman yang tidak ia
dapatkan dari orang tuanya. Ia sering dimarahi dan dikekang oleh orang tuanya terutama oleh
bapaknya. Ditambah lagi dengan tidak terpenuhinya rasa akan cinta dan dicintai. Sasana merasa orang
tuanya tidak sepenuhnya menyayangi ia. Ia merasa bahwa orang tuanya menyayangi dirinya hanya
karena Sasana selalu menuruti kemauan orang tuanya. Dan iapun merasa hanya orang-orang di
sekitarnya sesama transgender yang menyayangi dia dengan sepenuh hati. Akan tetapi di lingkungan
sekitarnya yang normal justru ia merasa direndahkan karena penampilannya yang seperti perempuan.
Sehingga kebutuhan akan harga dirinya pun tidak terpenuhi. Akibat tidak terrpenuhinya kebutuhan
kebutuhan tersebut, Sasanapun tidak dapat mengoptimalkan potensi yang ada dalam dirinya dari
kepintaran yang ia miliki. Ia justru hanya mampu mengeluarkan potensi atas jiwanya yang bermasalah
dengan merubah dirinya yang laki-laki menjadi seperti perempuan.

Author Biography

Trie Utari Dewi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka




Published
2018-09-01
Section
Articles