ANALISIS DEIKSIS DALAM NOVEL THE CASE BOOK OF SHERLOCK HOLMES KARYA SIR ARTHUR CONAN DOYLE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA DI SMK

  • Rr Sulistyawati Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.HAMKA
  • Hazalia Zahra Munir Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.HAMKA
Keywords: bentuk, fungsi, deiksis, novel, dan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi penggunaan deiksis dalam novel
The Case Book of Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle serta implikasinya terhadap
pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMK. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif
dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analisis. Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif analisis, yang menganalisis 10 bab cerita novel. Peneliti menemukan 2.287 bentuk deiksis,
sepert bentuk pronomina persona pertama tunggal sebanyak 574, persona ketiga tunggal 492, dan 7
persona kedua jamak. Fungsi deiksis pada novel tersebut mengarah pada tata adab kesopanan saat
berkomunikasi. Penggunakan pronomina begitu dominan, untuk membedakan lawan bicaranya,
dengan tokoh cerita yang dapat bersikap formal/nonformal saat berkomunikasi. Sikap formal yang
ditampilkan memang memberikan sebuah jarak tidak dekat antar tokohnya, namun hal itu tidak
mengurangi rasa hormat terhadap lawan bicara. Penelitian ini dapat diaplikasikan sebagai referensi
pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMK. Siswa dapat mengaplikasikan pembelajaran
deiksis ke dalam pembelajaran sastra dan kehidupan kesehariannya dan mengaplikasikan fungsi
deiksis tersebut di masyarakatnya.

Published
2018-09-01
Section
Articles